SEKALA BRAK : Ranau Way Merilau ----- Seminung Cukutni Pesagi ---- Regah Lawoh Selalau ----- Tanjung Cina Uncukni

"TABIK NGALIMPURA SALAM NGEBUKA CAWA"

Haguk Neram Rumpok Sunyinni. Dipermulaan sinji, Yaddo dia sekindua ngaturko buribu laksa nerimakasih, puserumpok radu nyenghaja nyemuka di Blog sederhana sinji. Selanjutni jak isan sekindua buharop nyaman kantu Blog sinji dapok tipakai jadi rang bubagi informasi rik ilmu pengetahuan, ulehni lamon sai mak ceto, mak pas disusun tindehni, astawa bida dipendapok, yaddo dia ram saling ngehormati, tilapok ram kekurangan jama hal sai betik. Niat Betik Cara Betik. Nerimanihan. Tabik

Monday, 12 September 2016

Kerajaan Sekala Brak Lampung Mengecam Perusakan Istana Balla Lampoa

Tanggapan Sultan Kepaksian Pernong dan Sultan Kepaksian Jalan Diway Mengenai Tindakan Semena-mena Lembaga Adat Bentukan Pemerintah Daerah serta Perusakan Istana Kerajaan Gowa.

 1 ------ ( Testimoni Langsung Dari Sultan Edward Syah Pernong, ditulis oleh Saliwa  )

Raja Gowa bersama Sultan Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung
Menanggapi polemik yang terjadi di Istana Kerajaan Gowa, Sultan Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung SPDB Brigjen. Pol. Edward Syah Pernong SH. MH sangat menyayangkan terjadinya tindakan perusakan didalam Istana, menurut Sultan Sekala Brak hal tersebut sangat tidak beradab, karena istana adalah salah satu simbol kebudayaan dari masyarakat kerajaan gowa yang seharusnya dihormati dan dijaga dengan kasih sayang, “adat istiadat ini mengajarkan kita kesantunan bukan justru melakukan tidakan merusak tatanan” terang Sultan Edward Syah Pernong. 

Keberadaan Kesultanan dan Kerajaan yang ada di Nusantara ini sejatinya mendukung seluruh program pemerintah pusat maupun daerah, khususnya program yang memiliki dampak positif bagi pelestarian adat istiadat serta seni budaya daera. Selain itu juga raja dan sultan memimpin kerajaannya, membina masyarakatnya demi tercapai perdamaian ditengah masyarakat. Dan peran itulah yang telah diwariskan oleh nenek moyang sejak dahulu, bahkan jauh sebelum Indonesia Merdeka, Raja dan Sultan telah dahulu mengambil peran bersama masyarakat untuk terus menerus menjaga tatanan adat istiadat secara turun menurun. Tak jarang para raja dan sultan mendedikasikan perjuangan demi tegaknya NKRI. Oleh karena itulah sudah selayaknya bagi para pemegang kekuasaan politik yang ada didaerah khususnya di wilayah Kerajaan Gowa agar tidak merusak tatanan adat yang telah diwariskan dan dijaga secara turun temurun oleh para pewaris yang Hak.

Ikatan persaudaraan antara Kerajaan Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung dan Kerajaan Gowa terus terjalin, baik dalam silaturahmi khusus antar dua Kerajaan tersebut, maupun dalam forum Silaturahmi Nasional Raja Dan Sultan Se Nusantara, sebagai upaya merekatkan kebhinekaan demi perdamaian di bumi Nusantara ini. Oleh karena itulah tindakan merusak istana menunjukkan tindakan yang tidak menghormati simbol keagungan kebudayaan gowa, dan lebih dari itu tindakan tersebut menciderai salah satu simbol kebudayaan nusantara. Terkait pembobolan paksa Istana dan pebongkaran ruang penyimpanan pusaka Kerajaan Gowa, Sultan Edward Syah Pernong dengan tegas menyampaikan “ saudara-saudaraku di Kerajaan Gowa jangan pernah takut, mari kita jaga adat istiadat kita, pasukan putting beliung, pasukan labung angin, pasukan penggitokh alam, para bahatur dan panglima kerajaan, serta para pemberani kerajaan sekala brak yang tersebar dipenjuru Lampung, dengan titah Saibatin Puniakan Dalom Beliau, siap untuk bergabung dengan Pasukan Kerajaan Gowa menjaga adat istiadat dan simbol simbol kebudayaan Kerajaan Gowa “. 

=================================================== 

2 -------- Sultan Kepaksian Jalan Diway Juga Mengecam Tindakan Bupati Gowa 

Sultan Sekala Brak Kepaksian Jalan Di Way - Lampung

Sultan Sekala Brak Paksi Buay Jalan Di Way - Lampung Yang Mulia Salayar Akbar Puspanegara Gelar Suttan Jaya Kusuma IV, melalui Raja Pemapah Gedung Dalom Raja Junjungan Paksi, mengecam dan mengutuk keras atas keadaan yang terjadi di gowa saat ini, yang merusak tatanan kebudayaan dengan memaksa merampas kedaulatan Raja Gowa yang shah, dan dalam hal ini dilakukan oleh oknum pejabat daerah (bupati) yang rakus akan kekuasaan. Dan Beliau menyampaikan keprihatinan nya, dan siap untuk bersatu padu. Salam Nusantara.

Artikel Terpopuler

Ikuti Menjadi Sahabat Blog